Just another WordPress.com weblog

Padi Band

PADI BAND

PADI, sebelumnya hanyalah salah satu band kampus yang ada Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Beranggotakan Andi Fadly Arifuddin (Fadly, Vokalis), Satriyo Yudhi Wahono (Piyu, Gitar), Ari Tri Sosianto (Ari, Gitar), Rindra Risyanto Noor (Rindra, Bass), dan Surendro Prasetyo (Yoyok, Drum).

Dibentuk 8 April 1997, sebelum bernama Padi, band ini dulu bernama SODA. Mereka tampil pertama kali di sebuah acara kampus di Fakultas Hukum Unair Oktober 1996. Barulah pada tanggal 8 April 1997 mereka mengganti nama band-nya dengan nama Padi. Nama ini dilontarkan pertama kali oleh Yoyok, sang drummer. Selain karena filosofinya semakin berisi semakin merunduk, ibarat makanan pokok mereka menginginkan band ini bisa dinikmati oleh semua orang. Mulai dari tukang becak, anak kecil, hingga para eskesuktif berdasi. Meski nama Padi sering dianggap “kampungan”, karena dianggap makanan orang susah. Tapi Padi punya makna sangat membumi, di mata mereka Padi juga merupakan lambang kesejahteraan.

Diawali dari bermain musik dari satu panggung ke panggung lain, grup ini akhirnya dikontrak untuk masuk dunia rekaman.

Album-album Padi cukup sukses menembus pasar musik Indonesia. Beberapa pengamat menyimpulkan aransemen musik padi yg dinamis dan lebih kompleks dari rata-rata lagu oleh grup band Indonesia yang seangkatan adalah salah satu penyebab kesuksesan tersebut. Pada awal kemunculannya di tahun 1998 khasanah band Indonesia didominasi oleh lagu-lagu dengan aransemen sederhana dengan tempo sedang cenderung lambat.

Latar belakang personil sangat beragam, mereka tidak begitu saja bertemu dan langsung membentuk sebuah band. Pertama kali Piyu dan Ari yang sepakat untuk membikin sebuah band. Untuk bassis, Ari mengajak temannya Rindra karena dulu pernah tergabung dalam satu band yang bernama WARNA. Baru setelah itu ditemukan sang vokalis-Fadly dan drummer-Yoyok. Fadly, yang pertama kagum akan permainan gitar Ari ketika manggung dalam salah satu pementasan di kampusnya, pada awalnya menawarkan Fadly diri kepada Ari untuk bergabung di band-nya jika memerlukan seorang bassis (sejak SMA, Fadly adalah seorang bassis).

Untuk skill personil, sudah jangan diragukan lagi. Piyu, yang sebelumnya bermain di band yang memainkan lagu-lagu beraliran keras bersama Crystal Band, dulu pernah menjadi teknisi gitar di sebuah band ternama di Indonesia. Rajin ngulik gitar dari SMA, dan kepiawaiannya dalam menciptakan lirik tidak banyak diragukan lagi. Banyak lagu-lagu hits-nya Padi di kemudian hari yang terlahir. Begitupun dengan Rindra, pernah dalam satu tahun menyabet gelar bassis terbaik di tahun 1992. Lain lagi dengan Yoyok, siapa sih yang tidak kenal jebolan Andromeda Band yang pernah meraih gelar drummer terbaik se- Indonesia pada tahun 1998.

Padi’s Diskografi:

1 – Lain Dunia

Lain Dunia adalah nama album pertama Padi. Album ini diluncurkan pada tahun 1999. Album ini terjual sekitar 800 ribu kopi. Secara keseluruhan lagu-lagu dalam album ini diusung dengan basis musik rock. Padi mendobrak dengan formasi tanpa keyboard melalui album pertama mereka Lain Dunia (1999).

Formasi semacam ini membuat eksplorasi teknik permainan gitar begitu dominan, maka wajar jika lagu-lagu yang dihasilkan cenderung penuh ditorsi. Apalagi ditunjang oleh gaya permainan dua gitarisnya, Satriyo Yudi Wahono (Piyu) dan Ari Tri Sosianto, yang berbeda satu sama lain, Padi mendobrak dengan lagu-lagu kompleks yang ditandai dengan aransemen dua gitar yang hampir selalu berbeda dalam tiap frasa dalam tiap lagu. Album ini mendapatkan platinum pada bulan April 2000 dan quadraple platinum di tahun 2001.

1. Bidadari

aroma wangi surgawi

sirami jiwaku ini

bagai bunga yang terindah

merekah dan tetap suci

seribu wajah yang terlintas

hanya satu yang ada di hati

janjikan ketulusan cinta abadi selamanya

kuyakin dan pasti kau ada di benakku

ku takkan berhenti menunggu

bidadari, hadirlah malam ini dalam mimpiku

bidadari, senyumlah kau kini sambutlah rinduku

sepenggal bulan kan kembali,

menjadi purnama yang terang

seterang hati dan jiwamu oh bidadariku

mungkinlah aku bisa menyapamu

meraih semua imajimu

bercanda bercinta bersama

2. Demi Cinta

tautan waktu berjalan

iring langkah kita bersama

mendewasakan semua rasa

perasaan jiwa

tak akan mungkin memungkiri

menyangkal arti cinta

biar angin menentang

pun langit terhempas

menyangsikan cinta dalam keras kehidupan

naif terlahir, kewajaran kodrati lelapkan semua

demi cinta, bersandinglah (di dalam sisi hidupku ini)

demi cinta berjanjilah (melangkah kita bersama)

perlahan kita mulai belajar

melaraskan batin

meluaskan ruang

tingkap pengertian

tak pernah kumerasakan

penat menjadi beban

biar pernah mengalir

pun meski terluka

3. Sudahlah….!

cerita lalu seakan nyata

larut kita didalam rasa

mengalir terbawa jangan teruskan

kita yang pernah mengukir cinta

berbayang masa saat bersama

hanyutkan kita coba hentikan

sudahlah… aku pergi

sudahlah… aku pergi

lelahkan jiwa meski berharap

rasakan lagi cinta kita dulu

tapi ah… ah… kita terpisahkan

derasnya sisi religi

mengasah alur hidup kita

jangan sesali coba kuatkan hati…

oh aku pergi…

4. Beri Aku Arti

menjumpai hari suasana sepi

menikmati nafas alam tak berasa

beragam warna terbayang sekilas

menyingkirkan luka, tanpa diminta…

pernahkah kusadar tanpa itu semua

dalam terang surya selalu terjaga

memahami makna arti kenyataan

keremangan senja selipkan hampa…

di mana kawanku… inginku menyapa

beri aku ruang… tempatkan diriku

di mana kawanku… semakin menjauh

beri aku arti… tak ingin berbeda

kau palingkan wajah acuhkan muka

menyamakan arti bukan suara hati

ingin berbicara hasrat pengungkapan

masih pantaskah aku di sampingmu…

5. Terlanjur

katakanlah padaku bila engkau mau

melabuhkan hatimu bersandar padaku

kau tahu aku tak bisa jauh darimu

walau hanya sekedar sejenak berpaling saja

iarkan semua orang tahu, engkau memang kekasihku

karena kuterlanjur mencintai dirimu

biarkan semua orang tahu, engkau memang kekasihku

karena kuterlanjur mencintai dirimu

percayalah padaku, yakinkan dirimu

menepiskan perasaan atas masa lalumu itu

persilakan saja aku yang mengerti kamu

memaksa untuk melupakan tentang kekasihmu itu

6. Begitu Indah

bila cinta menggugah rasa

begitu indah mengukir hatiku

menyentuh jiwaku hapuskan semua gelisah

duhai cintaku duhai pujaanku

datang padaku dekat disampingku

kuingin hidupku selalu dalam peluknya

terang saja aku menantinya

terang saja aku mendambanya

terang saja aku merindunya

karena dia, karena dia, begitu indah…

duhai cintaku pujaan hatiku

peluk diriku dekaplah jiwaku

bawa ragaku melayang memeluk bintang

7. Mahadewi

hamparan langit maha sempurna

bertahta bintang-bintang angkasa

namun satu bintang yang berpijar

teruntai turun menyapa aku

ada tutur kata terucap

ada damai yang kurasakan

bila sinarnya sentuh wajahku

kepedihanku pun terhapuslah

alam raya pun semua tersenyum

merunduk dan memuja hadirnya

terpukau aku menatap wajahnya

aku merasa mengenal dia

tapi ada entah dimana

hanya hatiku mampu menjawabnya

mahadewi resapkan nilainya

pencarianku pun usai sudah

8. Disini Tanpamu

berjalan lagi lalui hari

warnai hitam putih hidup ini

mencoba mencari impi jiwa

yang tertidur dalam derasnya

sisi dunia yang terus berputar membawa diriku

kucoba lagi tuk berbalik

menatap jejak yang sempat kuukir

namun ternyata aku tertinggal

dari langkah-langkah yang berlalu

cepat meninggalkan diriku sendiri dalam sunyiku

dan aku tak ingin di sini tanpamu

menanti waktu yang berlalu

membawa ke batas nanti

yang kurasa takkan mungkin kutemui selamanya

tanpa dirimu di sisiku

begitu rupa cobaan kutemui

mencoba menghempasku ke jalan penuh liku

dan kuanggap itu semua

bagian dari cerita hidupku yang takkan berakhir

9. Seperti Kekasihku

engkau seperti kekasihku yang dulu

sungguh hadirmu menyejukkan risau jiwaku

begitu lekatnya perasaanku kini padamu

hingga anganku kusandarkan padamu

memang gerakmu memang langkahmu

mengingatkan aku pada dirinya yang telah berlalu

inginku menyangkal inginku membantah

betapa pesona dirimu memikat erat jiwaku

mungkin terbuai mungkin aku terlena

ada keinginan yang tak tentu arah

engkau tercipta bukan untuk bersama

biar kunikmati kerinduan ini

maafkan aku yang selalu teringat akan dirinya

menggugah segala yang ada dalam kenanganku

sedapatnya aku menepis keinginan itu

kuharap engkau dapat memaafkan aku

apa yang terpancar dari dalam hati

tak dapat aku bantah tak mampu kusingkirkan

sesungguhnya aku sangat ingin melupakan

inginku melupakan, inginku melupakan

engkau seperti kekasihku yang dulu

sungguh hadirmu menyejukkan risau jiwaku

10. Sobat

sobat, aku sungguh tak mengerti

semua ini bisa terjadi

setelah perkenalan itu aku terhanyut

aku sebenar-benarnya tak kuasa

mendambakannya, merindukannya

kutahu dia milikmu tercinta

sebagai kembang yang kau pilih

namun hatiku hatinya mengisyaratkan rasa

ingin memetik, merangkai menjadikan ikatan abadi

mendambakannya, merindukannya

oh… sobat, maafkan aku mencintainya

aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti

oh… sobat, maafkan aku mencintainya

aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti

mencoba menahan himpitan rasa itu

merajam keruhnya jiwaku

ternyata hidupku dan dirinya terikat rasa tulus

takkan menyusutkan pelukku dan rindunya

mendambakannya, merindukannya

2 – Sesuatu Yang Tertunda

Sesuatu Yang Tertunda adalah nama album kedua Padi. Album ini diluncurkan pada 2001, terjual 1,6 juta kopi dan mendapat 10 kali platinum di tahun 2002.

1. Bayangkanlah

bayangkanlah bila aku tak lagi menjadi kekasihmu

bayangkanlah bila bumi tak mampu lagi berputar

bayangkanlah bila aku terpisah jauh darimu

bayangkanlah bila mentari tak mampu lagi menyinari dunia

dengarlah duhai kekasih

hidup tak selamanya indah

renungkan wahai sahabat

hadapilah semua yang akan terjadi

bayangkanlah bila aku tak setia lagi kepadamu

bayangkanlah bila mata tak mampu lagi memandang

bayangkanlah bila aku terpikat hati yang lainnya

bayangkanlah bila cinta tak mampu lagi mendamaikan dunia

dengarlah duhai kekasih

hidup tak selamanya indah

renungkan wahai sahabat

hadapilah semua yang akan terjadi

duhai Tuhan kuserahkan hidupku

2. Sesuatu Yang Indah

kekasihku

aku telah mengenalmu sekian lama

sepatutnya aku bisa mencintaimu sepenuh hati

kuharapkan engkau dan aku

saling mengerti bukan menyakiti

tak perlu lagi ada pertengkaran

kini aku temukan telah aku dapatkan

jauh sudah tersimpan sesuatu yang indah dari dirimu

semoga aku bisa mungkin pun aku mampu

untuk dapat memberikan tulus hatiku

kekasihku

betapa aku tak pernah dapat membuaimu

dengan kata-kata cinta yang mungkin bisa menyejukkanmu

sungguh aku masih ingin terus mencari dalam jiwamu

rasa ini ingin kuakui

kini aku temukan telah aku dapatkan

jauh sudah tersimpan sesuatu yang indah dari dirimu

semoga aku bisa mungkin pun aku mampu

untuk dapat memberikan tulus hatiku

kekasihku

maafkanlah aku jika tak mampu bahagiakanmu

memelukmu dengan rasa cinta

kini aku temukan telah aku dapatkan

jauh sudah tersimpan sesuatu yang indah dari dirimu

semoga aku bisa mungkin pun aku mampu

untuk dapat membahagiakan hatimu

3. Semua Tak Sama

dalam benakku lama tertanam sejuta bayangan dirimu

redup terasa cahaya hati mengingat apa yang telah engkau berikan

waktu berjalan lambat mengiring dalam titian takdir hidupku

cukup sudah aku tertahan dalam persimpangan masa silamku

coba tuk melawan getir yang terus kukecap

meresap ke dalam relung sukmaku

coba tuk singkirkan aroma nafas tubuhmu

mengalir mengisi laju darahku

semua tak sama tak pernah sama

pa yang kusentuh apa yang kukecup

sehangat pelukmu selembut belaimu

tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu

apalah arti hidupku ini memapahku dalam ketiadaan

segalanya luruh lemah tak bertumpu

hanya bersandar pada dirimu

ku tak bisa, sungguh tak bisa mengganti dirimu dengan dirinya

coba tuk melawan getir yang terus kukecap

meresap ke dalam relung sukmaku

coba tuk singkirkan aroma nafas tubuhmu

mengalir mengisi laju darahku

sampai kapan kau terus bertahan

sampai kapan kau tetap tenggelam

sampai kapan kau mesti terlepas

buka mata dan hatimu relakan semua

4. Kemana Angin Berhembus

kemana pun angin berhembus menuntun langkahku

memahat takdir hidupku di sini

masih tertinggal wangi yang sempat engkau titipkan

mengharumi kisah hidupku ini

meski ku terbang jauh melintasi sang waktu

kemana pun angin berhembus

ku pasti akan kembali

kulukiskan indah wajahmu di hamparan awan

biar tak jemu kupandangi selalu

kubiarkan semua cintamu membius jiwaku

yang memaksaku merindukan dirimu

meski langit memikatku dengan sejuta senyum

aku takkan tergoyahkan

aku pasti akan kembali

5. Lain Dunia

kurasakan kuterlena di putihnya nuansa

yang terlukis dalam pesona diri

sisi batinku sisi batinmu terpendam di laurnya

tak ada tegur sapa antara kita

media dunia membawa terbang tawa ceria

teruraikan nada rasa

terpendam dalam jiwa

menarilah biar sejenak

warnailah duniaku

bentangan jarak melintas khayal

menggairahkan arti hidupku

walau hatiku hatimu takkan bertemu

betapa mungkin dekat dirimu atau kukenali

biarkan semua wajar adanya

media dunia membawa terbang tawa ceria

teruraikan nada rasa

terpendam dalam jiwa

menarilah biar sejenak

warnailah duniaku

bernyanyilah bahagiakan hati

betapa mungkin dekat dirimu atau kukenali

biarkan semua wajar adanya

6. Perjalanan Ini

kulayangkan pandangku melalui kaca jendela

dari tempatku bersandar seiring lantun kereta

membawa diriku melintasi tempat-tempat yang indah

membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna

kualunkan rinduku selepas aku kembali pulang

tak akan kulepaskan dekapku

karena kutahu pasti aku merindukanmu

seumur hidupku selama-lamanya

perjalanan ini pun kadang merampas bijak hatiku

sekali waktu pun mungkin menggoyahkan pundi cintaku

meretaskan setiaku menafikan engkau disana

maafkan aku cepat kukembali

kutautkan hatiku, kuikrarkan janji

kubawa pulang diriku hanya untukmu

kusanjungkan mimpi-mimpi hangati malam

rindu ini membakar hatiku

ku akan kembali pulang, kuakan kembali pulang

aku ingin cepat kembali, aku ingin cepat di sampingmu

7. Seandainya Bisa Memilih

dari jauh lubuk hatiku jiwaku resah mencari tahu

apa yang sedang kurasakan kini

terguncang aku mengingat engkau

seandainya aku masih bisa memilih

akan kupilih engkau menjadi kekasih sejatiku

betapa semua harapan hanya untukmu

akan kupahat namamu dalam pusara hatiku

kaulah rahasia terbesar hidupku

yang takkan mungkin aku ungkapkan

usimpan erat perasaanku meski ajal menantiku

8. Angkuh

aku adalah seorang yang keras hati

yang tak pernah merasakan kelembutan hati

hingga di sini di penantian terakhir

kuberjumpa dengan engkau terpikat aku jadinya

engkaulah sang mentari yang menyinari bumi

dan akan menghangatkan gairah hatiku

engkaulah embun pagi yang membasahi tanah

dan akan menyegarkan setiap lelah jiwaku

lama sudah aku sendiri di tuntun langkah-langkah kaki

mencoba menentang kerasnya hantaman hidup

aku akui aku tak mampu menahan semua

meruntuhkan kerasnya angkuhnya dinding hatiku

engkaulah sang pelangi yang mewarnai langit

dan akan memayungi gelisah hatiku

engkaulah angin malam yang menebarkan wangi

dan akan mengharumi hari-hari bahagiaku

9. Lingkaran

saat kuterjebak dalam lingkaran

bayangan gelap menuang tak bertepi

tak berujung batas

membuat aku tak kuasa ingin menentang

jauh kini kusadari hidupku sungguh

bersama engkau sungguh berarti

terasah godaan hidup

namun kau masih di sisiku

temani segala resah hatiku

sekiranya aku bisa mimpi indah

aku tak akan tersesat jauh

sekiranya aku mungkin terlepas

meski beranjak pergi meninggalkan engkau sendiri

sepatutnya aku telah terjatuh

kini aku jauh lebih mengerti

tak pernah aku merasa betapa naifnya aku

apa yang harus aku tinggalkan aku lupakan

10. Kasih Tak Sampai

indah, terasa indah

bila kita terbuai dalam alunan cinta

sedapat mungkin terciptakan rasa

keinginan saling memiliki

namun bila itu semua

dapat terwujud dalam satu ikatan cinta

tak semudah seperti yang terbayang

menyatukan perasaan kita

tetaplah menjadi bintang di langit

agar cinta kita akan abadi

biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini

agar menjadi saksi cinta kita berdua

berdua

sudah, terlambat sudah

kini semua harus berakhir

mungkin inilah jalan yang terbaik

dan kita mesti relakan kenyataan ini

3-Save My Soul

Save My Soul adalah nama album ketiga Padi. Album ini diluncurkan pada tanggal 18 Juni 2003. Dalam lagu Sesuatu Yang Tertunda, Padi berduet dengan musikus pujaan mereka, Iwan Fals.

Selain itu, kolaborator lainnya yang terdapat dalam album ini termasuk musisi Australia yang merupakan pemain saksofon, Robert Burke dan pianis Kiernan Box, Adjie Rao (perkusi), dan penyanyi Astrid Sartiasari, nasib album ketiga tersebut, meski tak bisa dibilang gagal, tapi tak segemerlap dua album sebelumnya. .

1. Ketakjuban

kutahu kau memiliki segalanya

yang mampu menaklukkan hatiku

sebenarnya, ku tak pernah mengenalmu

membebaskan aku, selamatkan aku

ketakjuban hatiku, mengikuti langkahmu

meruntuhkan seluruh akalku

di penghujung jalanku ku rapatkan hatiku

meleburkan segenap kekuatanku

bicaralah dengan apa adanya

bukan hanya tuk memikat hatiku

sementara ku tak berdaya denganmu

tak urung ku memperhambakan diriku

2. Hitam

oh jiwaku, di manakah aku kini

kau bawa aku melintasi tempat yang tinggi

oh tubuhku, mengapakah engkau kini masih membisu

tak kunjung bicara padaku

oh… ceritakanlah padaku

apa yang mengeruhkan hati dan jiwaku

tolonglah, kau tuntunkan aku lagi

agar ragaku menyatu bersama isi jiwaku

penuntun jiwaku, luruskanlah hatiku

seandainya aku tahu apa yang akan terjadi nanti

aku masih terus melayang, bersandingkan langit hitam

masih melayang, terus melayang

oh… ceritakanlah padaku

apa yang mengeruhkan hati dan jiwaku

tolonglah, kau tuntunkan aku lagi

agar ragaku menyatu bersama isi jiwaku

tak perlu kutangisi

kupasrahkan sekuat hati

saat jiwa terlepas…

saat jiwa terlepas…

3. Rapuh

kularut luruh dalam keheningan hatimu

jatuh bersama derasnya tetes air mata

kau benamkan wajahmu yang berteduhkan duka

melagukan kepedihan didalam jiwamu

tak pernah terpikirkan olehku

untuk tinggalkan engkau seperti ini

tak terbayangkan jikaku beranjak pergi

betapa hancur dan harunya hidupmu

sebenarnya ku tak ingin berada di sini

di tempat jauh yang sepi memisahkan kita

kuberharap semuanya pasti akan berbeda

meski tak mungkin menumbuhkan jiwa itu lagi

aku tak mengerti apa yang mungkin terjadi

sepenuh hatiku aku tak mengerti

4. Di Atas Bumi Kita Berpijak

bersyukurlah

bahwa kita masih saling mendengarkan dan berkata

bersyukurlah

bahwa kita masih memijakkan kaki di atas bumi menghirup nafas alam-Nya

memandang ke atas langit takjubkan hati

merendahkan jiwa ini dan terilhami

seperti (teduh) sepasang mata malaikat yang turut menangisi isi bumi

tak ubahnya desir angin yang menerpa (menerjang)

kekosongan dan kesunyian hati

ersyukurlah

bahwa kita masih saling mendengarkan dan mendo’akan

5. Cahaya Mata

teduhkanlah hatiku

lelapkanlah jiwaku

duhai engkau cahaya mataku

yang menuntun jalanku

yang memandu hidupku

yang meredupkan perih penatku

tersenyumlah…

bahagialah…

sungguh engkau yang melumpuhkan hatiku

yang melipurkan rinduku

senyuman itu menyenangkan aku

6. Menanti Keajaiban

tak semudah bagiku untuk bisa meredakan resahku

meski kucoba menyangkal

sungguh merisaukan benakku

aku memimpikan malaikat berkenan menemani aku

tuk sekedar melipurkan hati dengan setulus hati

betapa aku telah lama tinggalkan binar dihatiku

aku mungkin kan tertawa namun jiwaku terasa jauh

tak lelah kupandangi langit berjuta harap kumenanti

penuh harap kumenanti keajaiban datang dan menghampiriku

oh… aku tak tahu apa yang kan kutemui

aku masih menunggu dan menunggu

berharap akan dating keajaiban

seharusnya aku tak patut bersedih

atas semua yang terjadi kepadaku

aku merasa bahwasanya hidup ini

tak lebih dari sebuah perjalanan (hingga saatku tiba)

semoga tak lelah aku terus berpeluh (hingga saatku tiba)

kuharap temukan apa yang aku cari

7. Menjadi Bijak

betapa ini sangat berarti

membagi gelisah dengan dirimu, kawan

kau kepakkan kau terbangkan alam pikiranku

menembus ruang dan waktuku

membangun lelap jiwaku setelah lama tertidur

ada benarnya ucapan katamu

memang hidup itu harus begini adanya

kau kepakkan kau terbangkan alam pikiranku

menembus ruang dan waktuku

membangun lelap jiwaku setelah lama tertidur

terukir lebih baik hidupku

8. Sesuatu Yang Tertunda

di sini aku sendiri menatap relung-relung hidup

aku merasa hidupku tak seperti yang kuimingkan

terhampar begitu banyak warna kelam sisi diriku

seperti yang mereka tahu

seperti yang mereka tahu

aku merasa disudutkan kenyataan

menuntut diriku dan tak sanggup kumelawan

butakan mataku semua tentang keindahan

menggugah takutku menantang sendiriku

temui cinta, lepaskan rasa

di sini aku sendiri masih seperti dulu yang takut

aku merasa hidupku pun surut tuk tumpukan harap

tergambar begitu  rupa, samar seperti yang kurasakan

kenyataan itu pahit, kenyataan itu sangatlah pahit

9. Patah

bagai serpih-serpih pasir di pantai

tersapu gelombang pasang

meski harus hilang terpecah karang

meninggalkan kenangan abadi

ada tersimpan rasa perih mendera

mengingat engkau disaat itu

masih tentang cerita engkau dan dia

yang tak pernah terukir indah

kau bawa aku renungi apa yang terjadi

kau bawa aku resapi semua tangismu itu

memelukmu kuingin, menyentuhmu kuingin

dan mengucapkan sepatah kata

namun air mata meski tercurah

memandu cerita itu

jiwamu tak mampu menahan semua ketidak berdayaan ini

kau patahkan semua cerita hidupmu

kau remukkan harapan yang tumbuh di hati

memelukmu kuingin, menyentuhmu kuingin

dan mengucapkan sepatah kata

10. Repihan Hati

sahabat, dengarkanlah sekedar pintaku ini

aku ingin mencurahkan luapan isi hatiku

telah lama engkau tahu diriku terbeban perih

hanya engkau yang berkenan menemani hidupku

tiada yang sebaik dirimu

tak seteduh lembut caramu

tak semurni palung sikapmu

yang menguatkan semangatku (harapanku)

sebelum tiba saat rebahkan tubuhku

sebelum tiba saat lepaskan jiwaku

sahabat, dengarkanlah repihan isi hatiku

aku ingin engkau tahu berartinya kau bagiku

sesungguhnya tubuh ini tak mampu bertahan lagi

meski hanya untuk bisa menggenggam tanganmu

4-Padi

Album Padi ialah album musik karya Padi. Album ini dirilis pada tahun 2005. Album ini merupakan album untuk mengiringi film “Ungu Violet” yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo dan Rizky Hanggono.

Setelah 22 bulan masa proses penggarapan, album keempat mereka keluar pada bulan Mei 2005 yang diberi nama kelompok band itu sendiri, Padi. Keseluruhan lagu dalam album terbaru Padi mengajak penggemarnya menikmati lirik-lirik manis tentang jatuh cinta, sikap bijaksana dan keengganan untuk diam menghadapi masalah.

Salah satu lagu andalan, “Menanti Sebuah Jawaban”, di album keempat Padi pun dijadikan lagu tema sebuah film layar lebar berjudul Ungu Violet. Album inipun dipenuhi oleh para kolaborator yang menyumbang aneka sound pada lagu-lagu Padi. Bubi Chen dengan piano Jazz-nya, Abadi Soesman dengan permainan Hammond yang vintage, Kousik Dutta dengan sentuhan Tabla, Idris Sardi dengan Violin yang dominan di lagu penutup Side B.

Seperti pengakuan para personel Padi, bagi mereka album ini adalah cerminan pencerahan dan pengalaman spiritual yang dialami selama proses pembuatan, maka tidak heran lirik dan aransemen bergeser cukup signifikan dari tema-tema dalam dan cenderung “gelap” pada album Save My Soul, menjadi ringan dan penuh semangat, namun bobot tiap-tiap lagu tampak berusaha tetap dijaga dengan menghadirkan musisi-musisi berpengalaman sebagai kolaborator seperti yang telah disebutkan.

1. Prolog

angin bertiup menyadarkan aku
tepat saat aku mendiamkan diri
apa yang telah terjadi kepada diriku

apakah bulan memihak padaku
dan pijarnya masihkah menghiasi malam
aku akui kesalahan ini
tak harus aku ulangi

seperti halnya engkau sang mentari
tak henti menyinari seluruh bumi
begitu juga adanya diriku
tak akan berhenti langkahku

langit memang berlapis adanya
samudra pun membentang oh luasnya
tak ubahnya diriku adanya
takkan usai semangatku

pasang air menyapu kerasnya karang
takkan goyah meskipun harus diterjang
kini aku mencoba meraba lagi
mengikrarkan janji

2. Tak Hanya Diam

meresap kecup hangat sebentuk cinta
telah terukir di dalam jiwaku
seperti tetes embun menyegarkan hari
terciptakan keajaiban di hati

cinta bukan hanya sekedar kata
cinta tak hanya diam

aku yang berkelana mengarungi hidup
mencari untaian arti makna
apakah sesungguhnya balasan dari cinta
pasti bukan harta dunia semata…

cinta bukan hanya sekedar kata
cinta bukan hanya pertautan hati
cinta bukan hasrat luapan jiwa
cinta tak hanya diam…

jika mungkin bumi harus terguncang badai

tapi cinta takkan mungkin hilang
cinta bukan hanya sekedar kata
cinta bukan hanya pertautan hati
cinta bukan hasrat luapan jiwa
cinta adalah cinta

3. Menanti Sebuah Jawaban

aku tak bisa luluhkan hatimu
dan aku tak bisa menyentuh cintamu

seiring jejak kakiku bergetar
aku telah terpagut oleh cintamu
menelusup hariku dengan harapan
namun kau masih terdiam membisu

sepenuhnya aku ingin memelukmu
mendekap penuh harapan  tuk mencintaimu
setulusnya aku akan terus menunggu
menanti sebuah jawaban tuk memilikimu

betapa pilunya rindu menusuk jiwaku
semoga kau tahu isi hatiku
dan seiring waktu yang terus berputar
aku masih terhanyut dalam mimpiku

aku tak bisa luluhkan hatimu
dan aku tak bisa menyentuh cintamu

4. Elok

aku membayangkan surga ada di depanku
depan mataku
saat aku menikmati teduhnya wajahmu

indah hatimu

tak jemu-jemu ku pandang
begitu elok kau tercipta
tak pernah henti-hentinya aku
terus mencintai dirimu
tak pernah henti-hentinya aku

tetap menyayangi dirimu
seperti adanya diriku
seperti adanya aku ini
seperti adanya diriku
seperti adanya

aku ingin melupakan hasrat tuk melangkah sejenak pergi
inginku sempurnakan hidupku di sampingmu memeluk jiwamu

tak jemu-jemu ku pandang
begitu elok kau tercipta

5. Siapakah Gerangan Dirinya

aku sayapnya, tambatan hatinya
yang mengilhami tiap langkah hidupnya
begitu adanya dalam goresan pena
ia suratkan berkala untukku
tak sekalipun kujumpai dia
tak pernah berhenti mencintaiku
seluruh jiwa raga hati meskipun samar
siapakah gerangan dirinya

aku nafasnya, mungkin pula nadinya
telah meniupkan cinta sejatinya
berartinya aku dimata hatinya
kan menjaga denyut jiwanya
sungguh enggan ia merelakan aku
tak pernah berhenti mencintaiku
seluruh jiwa raga hati meskipun samar
siapakah gerangan dirinya

6. Menerobos Gelap

kuikrarkan hati untuk maju melangkah pergi
menerobos dinding-dinding gelap ini
tak ku pertanyakan lagi seperti waktu itu
pernah kuterjebak tanpa satu teman menemaniku

ketika (selagi) aku tenggelam dalam kesunyian ini
kucoba mendamaikan hatiku
sepatutnya aku mampu melaluinya
menjejakkan kakiku meretaskan jiwa

(melangkahkan kakiku menuju cahaya)

tegaskan diriku untuk melewatkan hari
dengan keyakinan hati aku kumiliki
biar aku ikhlaskan peluhku basahi jiwaku
sirami hatiku aku akan tetap terus melangkah

7. Save My Soul

now I’m sitting in the corner of my room
starting through the window, watching the sun goes down
and the shadow starts to creep across the floor
in this Loneliness, I’m crying in my bed

and the rain begin to fall down on me
as the sadness growing deep down inside me
I feel a little insecure right now
I am crawling, looking for a place to hide

so where has all my lights gone?
for I need to find the way out of here
in my every breath, I am chanting your name
give me strength so I can save my soul

my mind keeps telling me to hold on
and say I have to be a real man
I’m still wondering if I’ll ever find my way
that leads me to your light & to your grace

so where has all my lights gone?
for I need to find the way out of here
in my every breath, I am chanting your name
with my every breath, I’m hoping

8. Akhir Dunia

begitu banyak kisah yang datang silih berganti
tak henti mewarnai setiap jejak langkahmu
begitupun adanya kepingan makna dirimu
yang terserak diantara lembaran kisah hidupmu

dan kini kau terjebak ditengah riuh dunia
terhimpit diantara hitam putih kehidupan
sementara sang waktu tak akan mau menunggu
seiring denyut hidup ia kan terus berdetak
saat langkahmu terhenti dan gelap
menyelimuti hatimu

sebaiknya kini engkau mulai berenang
sebelum kau terhanyut deras arus kehidupan
dan jangan pernah merasa inilah akhir dunia
seolah tak ada lagi jalan untuk kembali
saat jiwamu meredup
saat kegelapan menyelimutimu
sisakan satu ruang untuk bercermin
dan dengarkan mata hatimu berkata
jangan pernah berhenti mengejar  semua mimpimu

karena ini bukanlah sebuah akhir dunia
bukanlah akhir dunia

9. Ternyata Cinta

ingin sungguh aku bicara satu kali saja
sebagai ungkapan kata perasaanku padamu
telah cukup lama kudiam di dalam keheningan ini
kebekuan di bibirku tak berdayanya tubuhku
dan ternyata cinta yang menguatkan aku
dan ternyata cinta tulus mendekap jiwaku

kau yang sungguh selalu setia  menemani kesepianku
menjaga lelap tidurku membasuhku setulusnya
merekahnya fajar hatiku menghangatkan luruhku
dan resapkan keharuman engkau yang mencintaiku

10. Masih Tetap Tersenyum

ketika keretaku tak datang lagi
menjemput cintaku yang telah lama mati
seperti layaknya bintang tak bersinar
namun aku masih tetap tersenyum

ketika kekasihku meninggalkan aku
ku tak tahu kemana dia telah pergi
tak tersentuh, tak terjamah, tak kudengar lagi
namun aku masih menikmati hidup…

ketika keretaku telah datang kembali
membawa cintaku tertera di dasar hati
menawarkan kepedihan di antara tawa
namun aku masih tetap tersenyum

5-Tak Hanya Diam

Tak Hanya Diam adalah album kelima Padi yang dirilis pada Jum’at, 16 Novenber 2007. Album Tak Hanya Diam, mengambil single utama Sang Penghibur. Setelah lebih dari 2 tahun vakum dari dapur rekaman, Padi menggebrak dengan album baru Tak Hanya Diam. Album yang berisi 10 lagu ini tak lagi bertemakan ‘interpersonal’ (cinta) seperti 4 album sebelumnya, namun meluas menjadi kepedulian dari reaksi mereka terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar.

Inti pesan dari lirik-lirik di dalam album Tak Hanya Diam terfokus pada soal tidak berfungsinya komunikasi yang berakibat beberapa bencana yang timbul secara beruntun di Indonesia, seperti tsunami dan gempa bumi.

Tak hanya temanya, peluncuran album ini juga cukup unik. Padi meluncurkan album terbaru mereka dengan tampil menyanyi di atas geladak KRI Teluk Mandar 514 yang berlayar perlahan di perairan Teluk Jakarta, Senin 12 November 2007, peluncuran album di atas kapal ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia.

Walau pada awalnya hanya ingin unik dari launching album secara konvensional, namun Padi kali ini memberikan isyarat kepada kita untuk selalu ingat bahwa negeri ini adalah negeri maritim dengan kekayaan dan keindahan laut yang dimiliki.

Selain itu, Padi juga mengenalkan logo baru mereka. Mereka mengaku perubahan logo ini hanya untuk lebih fresh saja, menghindari “kultus” logo Padi yang pertama karena Padi membuat logo bukan untuk membuat ‘laskar’.

Cover album Tak Hanya Diam mewakili tema dari album ini, cover yang berbentuk titik-titik saling berhubungan yang mencerminkan adanya saling sinergi satu sama lain didasari saling komunikasi untuk saling mengisi dalam damai. Di album ini juga terlihat keberanian Rindra (bass) dan Piyu (gitar) tampil sebagai vokalis di lagu “Belum Terlambat” dan “Jangan Datang Malam Ini”.

1. Sang Penghibur

setiap perkataan yang menjatuhkan
tak lagi kudengar dengan sungguh
juga tutur kata yang mencela
tak lagi kucerna dalam jiwa

aku bukanlah seorang yang mengerti
tentang kelihaian membaca hati
ku hanya pemimpi kecil yang berangan
tuk merubah nasibnya

oh… bukankah ku pernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya
yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya

kugerakkan langkah kaki
di mana cinta akan bertumbuh
kulayangkan jauh mata memandang
tuk melanjutkan mimpi yang terputus

masih kucoba mengejar rinduku meski peluh membasahi tanah
lelah penat tak menghalangiku menemukan bahagia

bukankah hidup ada perhentian
tak harus kencang terus berlari
kuhelakan nafas panjang
tuk siap berlari kembali, berlari kembali
melangkahkan kaki menuju cahaya

bagai bintang yang bersinar

menghibur yang lelah jiwanya
bagai bintang yang berpijar

menghibur yang sedih hatinya

2. Harmoni

aku mengenal dikau
tak cukup lama, separuh usiaku
namun begitu banyak pelajaran yang aku terima

kau membuatku mengerti hidup ini
kita terlahir bagai selembar kertas putih
tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
tan terwujud harmoni

segala kebaikan
tak akan terhapus oleh kepahitan
kulapangkan resah jiwa
karena kupercaya kan berujung indah

3. Belum Terlambat

belumlah terlambat untuk mengerti
dan belum terlambat untuk menumbuhkan cintaku

di pangkuan hati titian hidupku
tak pernah kutau ada sesuatu
di dalam jiwamu membahagiakan dirimu
betapa ku sungguh tak menyadari itu

apakah cinta yang membahagiakanmu
sesuatu yang ingin kumiliki

belumlah terlambat untuk mengerti
dan belum terlambat untuk menumbuhkan cintaku
selama hidup sepanjang usiaku
tak sekalipun pernah kumenyentuh wujudnya

membayangkan itu akupun mencoba
mengerti sedikit tentang perasaan itu
pernah terkaburkan oleh pilu kepedihan
mungkin aku salah mengartikan itu semua

belumlah terlambat untuk mengerti
dan belum terlambat untuk menumbuhkan cintaku
selama hidup sepanjang usiaku
tak sekalipun pernah kumenyentuh wujudnya

tak sekalipun ku menyentuh wujudnya…

apakah cinta yang membahagiakanmu
sesuatu yang ingin kumiliki

4. Rencana Besar

bisakah ku singgah dihatimu
berharap sebentuk tempat yang tulus
sesuatu yang kupercaya
ada tersimpan disana

terlalu lama aku harus terdiam
atau mungkin ku tak percaya sungguh
akan kesempatan dan kemungkinan
yang terjadi nanti

karena kuyakin ada pintu yang terbuka
di antara hatiku dan hatimu

its been years since we’ve met
and days had gone by
now its time to make up my mind
and I hope that we can make it to the end

bila firasat ini memang benar
memilikimu adalah maksud
dari sebuah rencana besar
merubah hidupku

jikalau aku harus berhitung benar
akan kemungkinan yang bisa ada
bilaku bisa memilikimu
bahagialah aku

karena ku yakin ada pintu yang terbuka
di antara hatiku dan hatimu

its been years since we ve met
and days had gone by
now its time to make up my mind
and I hope that we can make it to the end

its been years since we ve met
and days had gone by
now its the time to make up my mind
oh…May be I could nev er have you in my life

perkenankanlah aku singgah di hatimu
berharap sebentuk tempat yang tulus
sesuatu yang kupercaya
ada tersimpan disana

5. Terluka

langit masih terrbalut mendung hitam
masihku cemas bila saatnya dating

badai, angina, topan menghempas
segalanya kapankah akan berakhir

lumpur merendam
pilunya belumlah sirna
jika mentari panasnya tak lagi menyengat
apakah ini adalah akhir dari tempatku berpijak

kita mungkin terluka atau pun bisa mati
tapi janganlah pernah menyalahkan hidup

persiapkan hati persiapkan jiwa
atas segalanya yang bisa terjadi

gelombang biru menghunjam menyapu bumi
puing-puing tersisa mengiris hati

bilakah fajar akan bersinar dan berpijar lagi
menerangi dunia

kita mungkin terluka atau pun bisa mati
tapi janganlah pernah menyalahkan hidup

persiapkan hati persiapkan jiwa
atas segala yang yang bisa terjadi

6. Jika Engkau Bersedih

jika engkau bersedih pastilah ini ada maksudnya
andai engkau bisa tertawa seharusnya bahagia

dan jika karma itu ada berpeganglah atas hatimu
karena kau tak akan bias mengabaikan takdirmu

tak perlu engkau terus bersedih seperti dulu melemahkan niatmu
sudahi saja tangismu tetapkan hati berjuang bersama lagi

tahukah engkau bahwa cinta itu adalah anugerah
sama seperti adanya hidup kita hidup ini
mengertikah engkau bahwasanya gagal itu bukanlah kekalahan
selama kau memahami apa yang menguji hatimu

tak perlu lagi engkau bersedih seperti dulu melemahkan niatmu
semoga bertemu kembali tetapkan hati berjuang bersama lagi

tak perlu engkau terus bersedih seperti dulu melemahkan niatmu
semoga bertemu kembali mengingat hari berjuang bersama lagi

tak usah lagi bersedih, tak perlu terus bersedih…
tak usah lagi bersedih, tak perlu terus bersedih…

7. Teruslah Bernyanyi

hei, saatnya tuk kembali
saatnya tuk ikuti kata hati
saatnya tuk bernyanyi
melagukan mimpimu hari ini

biarkan senandungmu mewarnai dunia
dan biarkan sang waktu yang menguji semua
yang kau tawarkan

tebarkan cinta dan terus bernyanyi
nyanyikan lagu yang menghibur hati
hati yang sepi dan terus bersedih
sedih yang masih membayangi hidup
hidup di dunia hanya sementara
sementara lupakan semuanya
semuanya pasti akan berakhir
akhirnya kita pun akan kembali

hei, saatnya berlari memutar waktu menjalin mimpi
tak perlu kau resahkan semua yang menghadang langkah kaki
bukankah hidup ini adalah perjalanan yang tak berakhir

nyanyikan laguku
nyanyikan lagumu
oh… hooo… oo
nananana… nana… nanana….

8. Ode

semua cerita tentangmu yang masih tersimpan di dalam benakku
meresap di jiwaku memenuhi ruang hatiku

seperti cahaya mentari kau hadir terangi hidupku terangi jalanku
menuntunku memaknai semua

dan aku takkan melupakan semua yang indah
yang pernah engkau ucapkan

meski kau telah berlalu tak lagi di sisi

namun cintamu akan tetap hidup
tak terhapuskan tak tergilas oleh waktu

dan aku takkan melupakan
semua yang indah yang pernah engkau berikan

cintaku tak henti mengalir untukmu
mengenalmu adalah hal terindah yang pernah aku alami

oh…aku tak akan pernah melupakan
semua yang indah yang pernah engkau ungkapkan

setiap pesan kan terukir di hati
semoga damai selalu bersamamu
semoga damai selalu bersamamu

9. Jangan Datang Malam Ini

kau datang mengejutkan diriku
menikam hatiku detak jantungku
sesungguhnya ku tak inginkan dirimu
di saat ini, di tempat ini

di pelupuk hatiku melupakanmu
di pusara jiwaku
pernah ku memiliki
kisah tersembunyi dalam hidupku

mengapa kau harus datang disini
malam ini tak bisa aku hindari
maafkan bila kumenafikanmu
bukan saatnya dan bukan waktunya

apa pun yang terjadi
kau tahu sebenarnya hidupku sudah menyenangkan…
saat ini sudah cukup, cukup sudah, cukup sudah
ku berbahagia

tak sepatutnya kita berjumpa lagi
tak sepantasnya aku menyimpan perasan di satu tanganku yang lain

semua telah berakhir di hari itu
tak perlu kususun lagi serpihan yang dulu
aku tak bisa menjadikan semunya sempurna
hanya keinginan yang terbaik bagi semua…

kau datang disini

terlanjur mengejutkanku

10. Aku Bisa Menjadi Kekasih

segalanya kan bisa menjadi baik
jika kita tak saling menyakiti
apapun yang sudah terjadi
bilakah kita harus merelakannya

memaafkan itu tak seberat memindah samudera
tak ada yang paling sempurna
kuserahkan padamu, kepadamu

aku bisa menjadi kekasihmu
aku bisa menjadi teman
aku bisa menjadi musuhmu
aku bisa menjadi sahabatmu

menerjemahkan isi hati
mungkin lebih baik dengan berbicara
bukakanlah jalannya hidup menjadi mudah
bila kita saling bisa melengkapi

memaafkan itu tak seberat memindah samudera
tak ada yang paling sempurna
kuserahkan padamu, kepadamu

aku bisa menjadi kekasihmu
aku bisa menjadi teman
aku bisa menjadi musuhmu
aku bisa menjadi sahabatmu

Sobat Padi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: